Pengenalan Ilmu Alamiah Dasar

 A. Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa raguragu Pengetahuan mampu dikembangkan manusia karena bahasa yang bersifat komunikatif dan pikiran yang mampu menalar. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui, segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran) (KBBI, 2019). Adapun pengertian pengetahuan dari beberapa ahli, antara lain:

1. Menurut Pudjawidjana (1983), pengetahuan adalah reaksi dari manusia atas rangsangannya oleh alam sekitar melalui persentuhan melalui objek dengan indera dan pengetahuan merupakan hasil yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan sebuah objek tertentu.

2. Menurut Ngatimin (1990), pengetahuan adalah sebagai ingatan atas bahanbahan yang telah dipelajari dan mungkin ini menyangkut tentang mengikat kembali sekumpulan bahan yang luas dari hal-hal yang terperinci oleh teori, tetapi apa yang diberikan menggunakan ingatan akan keterangan yang sesuai.

3. Menurut Notoatmodjo (2012), pengetahuan merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yaitu: indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.

4. Menurut Bloom, Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.

5. Menurut Bambang (2008) Pengetahuan merupakan justified true believe. Seorang individu membenarkan (justifies) kebenaran atas kepercayaannya berdasarkan observasinya mengenai dunia. Jadi bila seseorang menciptakan pengetahuan, ia menciptakan pemahaman atas suatu situasi baru dengan cara berpegang pada kepercayaan yang telah dibenarkan. Dalam definisi ini, pengetahuan merupakan konstruksi dari kenyataan, dibandingkan sesuatu yang benar secara abstrak. Penciptaan pengetahuan tidak hanya merupakan kompilasi dari fakta-fakta, namun suatu proses yang unik pada manusia yang sulit disederhanakan atau ditiru. Penciptaaan pengetahuan melibatkan perasaan dan sistem kepercayaan (belief sistems) dimana perasaan atau sistem kepercayaan itu bisa tidak disadari.

6. Pengetahuan adalah merupakan hasil mengingat suatu hal, termasuk mengingat kembali kejadian yang pernah dialami baik secara sengaja maupun tidak sengaja dan ini terjadi setelah orang malakukan kontak atau pengamatan terhadap suatu obyek tertentu (Mubarok, dkk, 2007).

Pengetahuan pada hakikatnya merupakan segala sesuatu yang diketahui tentang suatu objek tertentu, termasuk kedalamnya adalah ilmu. Pengetahuan mempunyai beberapa tingkatan, Benjamin Bloom (1956), seorang ahli pendidikan, membuat klasifikasi (taxonomy) pertanyaan-pertanyaan yang dapat dipakai untuk merangsang proses berfikir pada manusia. Menurut Bloom kecakapan berfikir pada manusia dapat dibagi dalam 6 kategori yaitu:

a. Pengetahuan (knowledge) Mencakup ketrampilan mengingat kembali faktor-faktor yang pernah dipelajari.

b. Pemahaman (comprehension) Meliputi pemahaman terhadap informasi yang ada.

c. Penerapan (application) Mencakup ketrampilan menerapkan informasi atau pengetahuan yang telah dipelajari ke dalam situasi yang baru.

d. Analisis (analysis) Meliputi pemilahan informasi menjadi bagian-bagian atau meneliti dan mencoba memahami struktur informasi.

e. Sintesis (synthesis) Mencakup menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang sudah ada untuk menggabungkan elemen-elemen menjadi suatu pola yang tidak ada sebelumnya.

f. Evaluasi (evaluation) Meliputi pengambilan keputusan atau menyimpulkan berdasarkan kriteria-kriteria yang ada biasanya pertanyaan memakai kata: pertimbangkanlah, bagaimana kesimpulannya.

B. Pengertian Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan atau sains (science) adalah pengetahuan yang diperoleh dengan cara tertentu, yaitu cara atau metode ilmiah. Jadi, dalam hal ini kata kunci yang amat penting adalah cara atau metode ilmiah. Jika ada suatu pengetahuan yang didapat dari cara-cara non-ilmiah, maka pengetahuan tersebut belum layak disebut sebagai ilmu pengetahuan. Misalnya, Einstein melalui penelitian ilmiah selama bertahun-tahun, menemukan bahwa semua benda akan jatuh (ke bawah) disebabkan karena adanya gravitasi bumi. Ini adalah ilmu pengetahuan. Tetapi jika pengetahuan itu diperoleh dengan cara non- ilmiah, misalnya bertapa di gua selama berbulan-bulan untuk mendapatkan wangsit, maka pengetahuan yang diperoleh bukanlah ilmu pengetahuan.

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan adalah produk atau hasil dari suatu pencarian dengan cara atau metode ilmiah. Tetapi ilmu pengetahuan juga bisa dilihat sebagai sistem, yaitu bahwa ilmu pengetahuan melibatkan berbagai abstraksi dari kejadian atau gejala yang terjadi di alam semesta dan diatur dalam tatanan yang logis dan sistematik. Jadi kumpulan fakta dan konsep saja belum dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan.

Ilmu pengetahuan menuntut fakta dan konsep tersebut diatur dalam tatanan yang sistematik. Lalu, apa ciri khusus dari ilmu pengetahuan atau sains itu? Sains, ibarat bangunan, didirikan di atas dua pilar utama, yaitu struktur logis sains (the logic structure of science) dan pengujian terhadap pernyataan (the verifiability of claims). Struktur logis sains adalah urutan atau tahapan yang harus dilakukan oleh seorang ilmuwan (scientist) dalam mencari ilmu pengetahuan. Urutan ini terkenal dengan sebutan metode ilmiah atau scientific method, yang terdiri dari: formulasi permasalahan (dalam bentuk hipotesis atau pertanyaan), pengumpulan data, dan analisis data, serta pengambilan keputusan. Pilar kedua adalah pengujian terhadap pernyataan, artinya setiap pernyataan dalam sains (dalam bentuk prinsip, teori, hukum, dan lain-lain) harus siap diuji secara terbuka. Karena itu seorang ilmuwan yang melaporkan hasil penelitiannya di sebuah jurnal ilmiah berkewajiban melaporkan secara rinci metode ilmiah yang digunakan dalam penelitiannya. Hanya dengan cara demikian ilmuwan tersebut dapat memberi kesempatan kepada ilmuwan lain untuk menguji temuannya tersebut. Selain dua pilar utama tersebut, ilmu pengetahuan juga mempunyai norma-norma yang secara taat dipegang oleh kebanyakan ilmuwan.

Definisi ilmu pengetahuan dari beberapa ahli dan pakar, antara lain:

1. Menurut Prof Dr, M.J Langerveld, guru besar pada Rijk University di Utrech (Belanda) di kutip purnama (2008:74) yang menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan mengenai sesuatu hal tertentu, yang merupakan kesatuan sistematis dan memberikan penjelasan yang sistematis yang dapat dipertanggungjawabkan dengan sebab-sebab suatu kejadian.

2. Mohammad Hatta Definisi ilmu pengetahuan adalah pengetahuan atau studi yang teratur tentang pekerjaan hokum umum, sebab akibat dalam suatu kelompok masalah yang sifatnya sama baik dilihat dari kedudukannya maupun hubungannya.

3. Dadang Ahmad S Ilmu pengetahuan menurut Dadang Ahmad S, adalah suatu proses pembentukan pengetahuan yang terus menerus hingga dapat menjelaskan fenomena dan keberadaan alam itu sendiri.

4. Syahruddin Kasim Pengertian ilmu pengetahuan adalah pancaran hasil metabolisme ragawi sebagai hidayah sang pencipta yang berasal dari proses interaksi fenomena fitrawi melalui dimensi hati, akal, nafsu yang rasional empirik dan hakiki dalam menjelaskan hasanah alam semesta demi untuk menyempurnakan tanggung jawab kekhalifaan.

5. Helmy A. Kotto Ilmu pengetahuan adalah suatu proses pembentukan pengetahuan yang terus menerus sampai menjelaskan fenomena dan keberadaan alam itu sendiri.

Menurut The Liang Gie (1987), ilmu pengetahuan dicirikan :

1. Empiris, artinya pengetahuan diperoleh berdasarkan pengamatan dan percobaan;

2. Sistematis, artinya berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan yang teratur

3. Objektif, artinya ilmu pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi;

4. Analitis, artinya pengetahuan ilmiah berusaha membeda-bedakan pokok soalnya dan peranan dari bagian-bagian itu

5. Verifikatif, artinya dapat diperiksa kebenarannya oleh siapapun

C. Batasan Ilmu Alamiah Dasar

Ilmu Alamiah Dasar dapat diartikan sebagai Ilmu Pengetahuan Alam (natural science) yang mengkaji tentang gejala–gejala dalam alam semesta sehingga terbentuklah konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar hanya mengkaji konsep–konsep dan prinsip–prinsip dasar yang bersifat esensial, contohnya seperti Biologi, Fisika, dan Kimia, ketiga ilmu tersebut juga memiliki turunan lagi. Ilmu Alamiah Dasar merupakan disiplin ilmu yang dapat berubah sesuai kemajuan peradaban manusia.

Tujuan mempelajari Ilmu Alamiah Dasar dalam Instruksional Umum adalah agar dapat memahami perkembangan penalaran manusia terhadap gejala-gejala alam hingga terwujudnya metode ilmiah yang merupakan ciri khusus dari Ilmu Pengetahuan Alam, adapun tujuan mempelajari Ilmu Alamiah Dasar dalam Instruksional Khusus adalah agar dapat menjelaskan perkembangan naluri kehidupan manusia, dapat menjelaskan perkembangan alam pikir manusia dalam memenuhi kebutuhan terhadap “rahasia ingin tahu” nya, serta dapat memberi alasan yang diterima mitos dalam kehidupan masyarakat.

Fungsi mempelajari Ilmu Alamiah Dasar antara lain adalah memberi wawasan kepada mahasiswa tentang konsep-konsep alam agar dapat peka dan tanggap terhadap masalah-masalah alam yang ada disekitarnya serta dapat bertanggung jawab terhadap berbagai masalah alam didalam masyarakat sebagai agen perubahan dan dapat mengembangkan apresiasi IPA dan Teknologi kepada mahasiswa serta dapat mendorong dan mengembangkan kemanfaatan Ilmu Alamiah Dasar pada perkembangan diri dan ilmu. Ilmu Alamiah Dasar mempunyai beberapa konsep dasar dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Teknologi, diantaranya didalam konsep Teknologi adanya keterkaitan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang membahas hubungan antara manusia sebagai makhluk sosial. Bagaimana hubungan antar balik manusia dengan manusia lainnya atau makhluk lain, yang terbagi atas Psikologi, Pendidikan, Antropologi, Etnologi, Sejarah, Ekonomi, dan Sosiologi.

Ilmu Alamiah Dasar (Basic Natural Science) merupakan ilmu pengetahuan alam yang mengkaji prinsip esensial saja, sehingga ruang lingkup Ilmu Alamiah Dasar (Basic Natural Science) secara garis besar meliputi:

1. Fisika (Physics): Suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda tidak hidup atau mati dari aspek wujud dengan perubahan – perubahan yang bersifat sementara. Fisika secara klasik dibagi dalam mekanika, panas, bunyi, cahaya, gelombang, listrik, magnit dan teknik mekanik, teknik sipil, teknik listrik dan termasuk dalam lingkup besar ilmu bumi dan antariksa.

2. Kimia (Chemistry): Suatu ilmu pngetahuan yang mempelajari benda hidup dan tidak hidup dari aspek susunan materi dan perubahan – perubahan yang bersifat tetap. Kimia secara gari besar dibagi menjadi kimia anorganik dan kimia organik. Kedua bagian itu pada dasarnya membahas dasar keseluruhan, kemudian diikuti dengan analisis kualitatif dan kuantittif.

3. Biologi (Biological Science): Ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup dan gejala – gejalanya. Biologi dibagi atas cabang – cabang antara lain: botani, zoology, morfologi, anatomi, dan fisiologi.

Sedangkan H. Abu Ahmadi dan A. Supatmo mengelompokkan ruang lingkup IAD ke dalam lima pokok bahasan yaitu:

1. Kelahiran alam semesta.

2. Masalah tata surya.

3. Bumi

4. Asal mula kehidupan di bumi.

5. Perkembangan variabilitas makhluk hidup.

REFERENSI

Wahyudi, I Wayan, dan A.A Komang Suardana. 2019. Ilmu Alamiah Dasar. Denpasar: UNHI Press.


Komentar